| |

Mengendalikan Keinginan

Aku ingin begini…Aku ingin begitu…Ingin ini ingin itu banyak sekali…Semua semua semua tak harus dipenuhi…Karna hidup bukan hanya diri sendiri…

IMG 20190925 WA0013

Itulah sebagian lirik lagu yang dinyanyikan saat kegiatan pendidikan karakter pada hari Jumat, 13 September 2019. Selain bernyanyi ada juga kegiatan panggung boneka yang dimainkan oleh guru-guru untuk mengajarkan kami arti Mengendalikan Keinginan. Dari panggung boneka tersebut kami jadi tahu cara mengendalikan keinginan dengan baik. Saat kembali ke kelas, guru telah menyiapkan berbagai macam permainan yang boleh kami mainkan asalkan kami dapat mengendalikan diri tidak langsung bermain tetapi dapat menyelesaikan tugas mewarnai kami lebih dulu.

IMG-20190925-WA0012.jpgIMG-20190925-WA0008.jpgIMG-20190925-WA0011.jpgIMG-20190925-WA0007.jpgIMG-20190925-WA0013.jpg

Aku mau berusaha, Aku pasti bisa!

IMG-20180325-WA0022.jpgIMG_7127.jpgIMG_7123.jpg

            “Aku bisa, aku pasti bisa, ku harus terus berusaha, bila ku gagal itu tak mengapa, setidaknya ku tlah mencoba”. Lirik lagu ini dinyanyikan oleh siswa TK Kristen Petra 12 dengan penuh semangat, dalam kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani, kami menonton video Diva “ Bermain Sepeda” dan dilanjutkan dengan membuat topi “Aku Mau Berusaha”. Dari kegiatan ini, kami belajar untuk tidak patah semangat dalam mengerjakan sesuatu. Menyenangkan sekali dapat belajar Pendidikan Karakter Kristiani bersama teman-teman dan bu guru.

Jam Tangan Pengingatku

IMG-20170926-WA0009.jpg

“Mata Tuhan melihat apa yang kita perbuat, apa yang baik apa yang jahat, Oleh sebab itulah jangan berbuat jahat, ingat Tuhan melihat”. Wah senang sekali hari ini bernyanyi bersama bu guru dan teman-teman, pada kegiatan PKK. Seperti biasa, kami berkumpul untuk belajar tentang nilai-nilai kristiani. Nah kali ini bu guru mengajarkan tentang “Melakukan yang benar”, hmm... seperti apa ya melakukan perbuatan yang benar itu? Ternyata contohnya mudah sekali misalnya memnta ijin pada teman jika ingan meminjam mainan dan tidak curang saat bermain. Oh ya selain belajar, bu guru juga mengajak kami membuat jam tangan, dengan cara menempel bulatan bergambar jam pada kertas hitam yang sudah dibentuk seperti gelang. Setelah itu, kami bergantian memakainya pada teman kami, seru sekali. Jam nya ada tulisan “Aku Bisa Melakukan Yang Benar” kata bu guru, jam ini adalah pengingat bagi kami untuk selalu melakukan yang benar kapanpun dan dimanapun. Hore aku senang sekali.

Rela Berkorban

20170310_105222.jpg20170310_105418.jpg20170310_104243.jpg

Wah sudah hari Jumat, tidak terasa waktunya kita belajar PKK kembali. Hari ni aku dan teman-teman diajari tentang “Rela Berkorban”. Apakah kalian tahu artinya Rela Berkorban? Kata Ibu Guru, Rela Berkorban itu berarti mau memberi atau melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa meminta imbalan. Hmmm... apakah ada ya orang yang mau berbuat seperti itu? ternyata ada lo teman-teman, mereka adalah Papa, mama dan Tuhan Yesus, wah mengagumkan sekali, aku juga ingin seperti mereka rela berkorban untuk orang lain.

Aktivitas selanjutnya setelah kami belajar tentang rela berkorban juga menarik lho teman-teman, yaitu kami diajak menulis janji rela berkorban di atas kertas berbentuk telapak tangan yang kemudian diberi pita panjang sehingga menjadi kalung. Senang sekali karena kalungnya boleh dibawa pulang. Terima kasih Ibu Guru.

Aku Mau Memaafkan

IMG-20170217-WA0004.jpgIMG-20170225-WA0016.jpgIMG-20170225-WA0033.jpg

Hari ini aku dan teman–teman di sekolah TK Kristen Petra 12 akan belajar Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema “Memaafkan’’. Tuhan Yesus sudah lebih dahulu mengampuni kita, jadi kita pun harus mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Nah, hari ini kami diajak ibu guru melihat video yang berjudul Pembalasan Diva video kali ini menceritakan persahabatan Diva, Tommy dan Febi. Tomy adalah anak yang usil, dia sengaja mencorat-coret buku milik Febi. Diva yang tahu hal tersebut menjadi marah dan membalas perbuatan Tomy. Bu guru ternyata tahu apa yang dilakukan oleh Tomy dan Diva, Feby merasa kasihan pada mereka sehingga meminta ibu guru untuk memaafkan dan mencabut hukumannya.

Wah ternyata Febi baik ya, dia tidak dendam pada Tomy. Melalui video ini kami belajar memaafkan. Kemudian ibu guru, aku dan teman – teman membuat boneka forgiveness yang bahannya terdiri dari gelas plastik, benang wol hitam, kain flannel dan lem. Ibu guru sudah membentuk kain flannel menjadi bentuk hidung dan batang tangan. Tugas kami adalah menempelkan mata, hidung, mulut, rambut dari benang wol dan telapak tangan dari kertas pada gelas plastik. Oh iya, tidak lupa gelas plastiknya ditempeli stiker forgiveness agar aku dan teman–teman selalu ingat untuk memaafkan. Hore… bonekanya sudah jadi dan boleh di bawa pulang.

boost the values reap the success